Barru  

Talkshow Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga, Anggota DPR RI Hasnah Syam: Stunting Bisa Dicegah dengan Memberi Edukasi dan Komunikasi Efektif

IMG-20211122-WA0033
IMG-20211122-WA0030
IMG-20211122-WA0033
banner 120x600

Kembaroginews.com, BARRU – Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Nasdem drg. Hj. Hasnah Syam, Mars bersama BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra Tahun 2021 Yang dilaksanakan di Aula Kantor BAPPEDA Kab. Barru, Senin (22/11/2021).

Kegiatan ini digelar berbeda dari kegiatan sebelumnya yaitu dikemas dalam bentuk Talkshow.

Yang menjadi tajuk pada talkshow hari ini yaitu keluarga keren jauh dari Stunting.

Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) berupaya menurunkan angka Stunting di Kab. Barru hingga mencapai zero Stunting.

Anggota DPR RI Komisi IX Hasnah Syam mengatakan Stunting menjadi isu pokok permasalahan sekarang ini.

” Sekarang pemerintah fokus bagaimana mengurangi angka stunting di Indonesia. Penyebab Stunting itu sendiri terjadi karena pola asuh yang kurang tepat dalam pemberian makan balita, dan lingkungan yang tidak bersih juga menyebabkan balita terpapar kuman atau bakteri” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bawa Peran DPR RI dalam penanganan Stunting bermitra dengan kesehatan dan juga BKKBN bagaimana mendorong agar penanganan angka Stunting berjalan dengan lancar.

“Kami berharap anggaran khusus penanganan Stunting jangan direcofusing akan tetapi harus menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Selain itu, Kami selaku Anggota DPR RI  telah mendorong Pemerintah sehingga lahirnya perpres no 72 Tahun 2021 dalam hal penangan Stunting. Kami juga telah mendorong dan mengawal alokasi anggaran terkait kesehatan” pungkasnya

” Harapan saya dalam penurunan angka stunting di indonesia pada tahun 2024 bisa mencapai 14 persen. dan alhamdulillah di Kab. Barru angka Stunting mengalami penurunan 8,08 persen jauh dibawah target Pemerintah. Kami juga berharap agar pemerintah betul serius dalam penanganan angka stunting” ujar Anggota DPR RI Hasnah Syam.

Sementara itu kepala perwakilan BKKBN Sulsel mengatakan bahwa kondisi stunting di Sulsel saat ini di tahun 2020 ada 11 kabupaten menjadi sasaran penanganan stunting, di tahun 2021 terjadi kenaikan menjadi 17 sasaran dan tahun 2022 kenaikan menjadi 24 kabupaten. Jadi seluruh kabupaten di Sulsel menjadi sasaran penanganan kasus stunting.

“Kami telah melakukan intervensi ke seluruh Kabupaten. BKKBN sebagai koordinator dalam percepatan penanganan stunting telah melakukan langkah dalam penanganan sejak tahun 2018 dengan melakukan edukasi dan menggaungkan penanganan stunting. Selain itu kita juga melakukan perluasan penanganan melalui sosialisasi penanganan angka stunting tentunya dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai instansi” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani.

Stunting merupakan kurangnya asupan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun ) dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Kpala DPMD, PP dan KB Barru menjelaskan bahwa angka Stunting di Kab. Barru pada tahun 2019 mencapai 10,81 persen, di tahun 2020 mencapai 9,43 persen dan pada tahun 2021 mengalami penurunan hingga 8,08 persen dari jumlah bayi/balita di kab. Barru.

“Walupun terjadi penurunan namun peran pemerintah harus terus maksimal dalam menangani stunting di Kab. Barru” imbuhnya.

“Pemerintah kab. Barru telah melakukan berbagai upaya yaitu melakukan kegiatan pencegahan stunting dengan mengintervensi seluruh Instansi yang ada di Kab. Barru tentunya dengan melakukan sosialisasi penanganan Stunting” pungkasnya.

(Andri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser